Minggu, 02 Desember 2018

Salmonella sp


Assalamualaikum wr.wb
            Alhamdulillah kali ini saya masih diberi kesehatan oleh Allah untuk  menulis blog untuk yang ketiga kalinya yeyeye J .di blog kali ini  saya mau membahas tentang Salmonella Sp.Yaitu pengertian,ciri-ciri,bahaya salmonella sp pada  ,makanan yang berisiko mengandung salmonella sp dan yang terakhir dampak  salmonella sp bagi kesehatan.Okedeh selamat membaca blog saya teman-teman, semoga bermanfaat dan dapat menambah ilmu untuk kalian semua.
https://id.m.wikipedia.id/

1)Pengertian Salmonella sp
            Menurut Wikipedia  bahasa indonesia  Salmonella adalah suatu genus bakteri enterobakteria gram-negatif berbentuk tongkat yang menyebabkan tifoidparatifod, dan penyakit foodborne.[1] Spesies-spesies Salmonella dapat bergerak bebas dan menghasilkan hidrogen sulfida.[2]Salmonella dinamai dari Daniel Edward Salmon, ahli patologi Amerika, walaupun sebenarnya, rekannya  (yang terkenal akan hasilnya pada anafilaksis) yang pertama kali menemukan bakterium tahun 1885 pada tubuh babi.

2)Ciri-ciri Salmonella sp.

Setelah kita memahami pengertian Salmonella dari penjelasan diatas, berikut ini ciri – ciri dari Bakteri Salmonella :
  1. Salmonella merupakan bakteri gram negatif yang berbentuk batang. Bakteri gram negatif tidak mempertahankan pewarna kristal violet yang digunakan pada metode pewarnaan gram karena fakta bahwa mereka mempunyai dinding sel yang tipis. Bakteri gram negatif ini sering berbahaya bagi inang, yang merupakan kasus untuk banyak bakteri Salmonella.
  2. Salmonella memiliki panjang antara 2 (dua) dan 5 (lima) mikrometer dan diameter 0,7-1,5 mikrometer.
  3. Salmonella memiliki flagela, yang mana proyeksinya seperti ekor yang terbuat dari protein yang dapat membantu bakteri untuk bergerak.


3)Bahaya salmonella dalam makanan
Adanya bakteri salmonella dalam makanan yang Anda makan dapat menyebabkan Anda menderita gastoenteritis. Hal ini dapat terjadi pada Anda dengan gejala mualmuntah, kram perut, diaredemamsakit kepala, panas dingin, dan darah di feses. Anda bisa mengalami gejala-gejala tersebut selama dua sampai tujuh hari.
Saat Anda mengonsumsi makanan yang mengandung bakteri salmonella, Anda tidak akan langsung merasa sakit. Sakit akan muncul setidaknya 2-3 hari setelah Anda mengonsumsi makanan tersebut. Sehingga, mungkin akan sulit bagi Anda untuk mengetahui makanan apa yang menyebabkan Anda sakit. Anda harus mengingat-ingat lagi makanan apa yang Anda makan selama tiga hari kebelakang, dan hal ini mungkin tidak mudah untuk diingat.
Selain dapat menyebabkan masalah pencernaan, bakteri salmonella jenis tertentu juga dapat menyebabkan demam tifoid atau lebih dikenal dengan nama tifus. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang terkandung dalam makanan yang terkontaminasi.
4)Makanan yang berisiko mengandung salmonella
Salmonella merupakan bakteri yang hidup di banyak usus hewan ternak. Anda bisa terinfeksi bakteri salmonella saat mengonsumsi makanan yang terkontaminasi dengan feses hewan yang mengandung bakteri salmonella. Beberapa makanan yang umumnya bisa terkontaminasi dengan bakteri salmonella adalah:
·         Daging, unggas, dan makanan laut mentah. Feses bisa masuk ke dalam daging dan unggas mentah selama proses pemotongan. Sedangkan, makanan laut bisa terkontaminasi salmonella dari air yang terkontaminasi.
·         Telur mentah. Pada ayam yang terinfeksi bakteri salmonella, ayam tersebut dapat menghasilkan telur yang mengandung salmonella sebelum cangkangnya terbentuk. Sehingga, bakteri salmonella bisa terkandung dalam telur. Sedangkan, cangkang telur sebenarnya dapat menjadi penghalang telur terkontaminasi bakteri salmonella dari luar.
·         Buah-buahan dan sayuran. Buah dan sayur dapat terkontaminasi bakteri salmonella dari air yang terkontaminasi. Kontaminasi ini bisa terjadi saat pencucian, pengolahan dengan air, atau bersentuhan dengan daging atau unggas mentah yang terkontaminasi.


  • Apakah bisa mengetahui makanan mana yang mengandung salmonella?
Salmonella merupakan bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan jika masuk ke dalam tubuh Anda. Sehingga, Anda perlu menghindari makanan yang mengandung salmonella. Namun, untuk mengetahui apakah makanan yang Anda makan mengandung bakteri salmonella atau tidak, ini merupakan hal yang tidak mudah.
Bakteri salmonella dalam makanan tentu tidak dapat dideteksi dengan hanya melihat makanan tersebut atau hanya mencium bau makanan tersebut. Untuk mengetahui adanya bakteri salmonella dalam makanan, ini hanya dapat dilakukan dengan uji di laboratorium. Sayangnya, ini bukan suatu hal yang sederhana.
Namun begitu, Anda bisa melakukan beberapa hal seperti di bawah ini untuk mengurangi risiko Anda terkena keracunan makanan karena bakteri salmonella.
·         Masak telur sampai benar-benar matang, baik putih telur maupun kuning telurnya
·         Masak daging utuh sampai 63°C, daging giling sampai 71°C, dan unggas sampai 74°C. Hal ini karena pada temperatur tersebut sebagian besar bakteri dalam makanan dapat mati, sehingga dapat meminimalkan risiko Anda terkena infeksi.
·         Simpan makanan panas dan dingin secara terpisah
·         Jangan membiarkan makanan terbuka selama lebih dari dua jam
·         Membedakan talenan atau peralatan masak lain untuk makanan mentah dan makanan matang
·         Bersihkan peralatan makan dan memasak setelah menggunakannya
·         Selalu cuci tangan Anda sebelum memegang makanan


5)Bahaya penyakit akibat Salmonella Sp.bagi kesehatan tubuh manusia 
Infeksi salmonella sering terjadi pada musim panas karena bakteri ini berkembang biak pada suhu hangat. Sumber utama penyebab infeksi salmonella adalah bahan makanan yang tidak dipanaskan secara baik seperti ayam, telur, daging atau susu. Faktor lain yang mempengaruhi terjadinya salmonellosis adalah:
- penggunaan bahan makanan mentah yang sudah terkontaminasi atau mengandung salmonella
- kontaminasi silang misalnya penggunaan pisau untuk ayam mentah tanpa dicuci dahulu sama dengan untuk memotong ayam matang
- penyimpanan makanan pada temperatur zang tidak cocok.
Dampak dari keracunan bakteri ini adalah diare disertai pusing, demam atau sakit perut. 
Saat suhu udara mulai menghangat mulailah jenis bakteri ini berkembang dengan pesatnya. Terlebih lagi bila ia berkembang pada jenis makanan tertentu yang memang rawan salmonella, yaitu makanan yang mengandung protein tinggi. Bila kondisinya sangat menunjang, bakteri ini akan membelah diri setiap 20 menit sekali, satu bakteri akan berkembang dalam waktu 5 jam menjadi 45 000.
Ada sekitar 2300 jenis bakteri salmonella dan yang paling sering ditemui adalah kasus infeksiSalmonella enteriditis yang terdapat pada unggas atau telur ayam. Ada juga Salmonella typhi yang terdapat pada kerang. Makanan yang mengandung Salmonella belum tentu menyebabkan infeksi Salmonella, tergantung dari jenis bakteri, jumlah dan tingkat virulensi (sifat racun dari suatu mikroorganisma, dalah hal ini bakteri Salmonella).
Misalnya saja Salmonella enteriditis baru menyebabkan infeksi bila sudah berkembang biak menjadi 100 000. Dalam jumlah ini keracunan yang terjadi bisa saja menyebabkan kematian si penderita. Salmonella typhimurium dengan jumlah 11.000 sudah dapat menimbulkan infeksi. Jenis Salmonella lain ada yang menyebabkan infeksi hanya dengan jumlah 100 sampai 1000, bahkan dengan jumlah 50 sudah dapat menyebabkan infeksi.
Perkembangan Salmonella pada tubuh manusia dapat dihambat oleh asam lambung yang ada pada tubuh kita. Disamping itu dapat dihambat pula oleh bakteri lain. Gejala keracunan salmonella pada manusia biasanya baru terdeteksi setelah 5 sampai 36 jam. Keracunan salmonella diawali dengan sakit perut dan diare yang disertai juga dengan panas badan yang tinggi, perasaan mual, muntah, pusing-pusing dan dehidrasi.
Semakin banyak jumlah bakteri yang terkandung dalam tubuh, semakin terancam jiwa penderita. Penderita infeksi Salmonella yang sudah terlalu banyak mengeluarkan cairan dapat terancam jiwanya akibat kekurangan cairan (dehidrasi) yang berlebihan. Hal ini lebih berbahaya lagi bagi anak-anak atau orang tua yang daya tahan tubuhnya lemah. Bila sudah nampak tanda-tanda keracunan Salmonella penderita harus segera dibawa ke dokter.
Untuk menghindari penularan infeksi Salmonella, sisa kotoran, urin atau muntahan penderita harus dibuang dengan hati-hati. Sebab dari disinilah penularan dapat terjadi. Sisa makanan yang diduga menyebabkan infeksi harus segera dibuang dan jangan sampai bercampur dengan makanan lain. Piring, pisau maupun alat dapur lain yang tersentuh makanan yang diduga mengandung Salmonella harus dicuci dengan air panas atau direbus agar bakteri mati.
Salmonella adalah bakteri yang termasuk mikroorganisme yang amat kecil dan tidak terlihat mata. Selain itu bakteri ini tidak meniggalkan bau maupun rasa apapun pada makanan. Kecuali jika bahan makanan (daging ayam) mengandung Salmonella dalam jumlah besar, barulah terjadi perubahan warna dan bau (merah muda pucat sampai kehijauan, berbau busuk). Biasanya bakteri dapat dideteksi melalui pemeriksaan laboratorium. Salmonella bisa terdapat di udara, air, tanah, sisa kotoran manusia maupun hewan atau makanan hewan. Sumber bakteri Salmonella biasanya terdapat pada unggas (ayam, bebek, kalkun), daging babi, binatang laut, telur dan susu. Bahan makanan hewani yang paling sering berperan sebagai sumber penularan Salmonella adalah unggas. Unggas yang terinfeksi Salmonella bisa menyebarkan bibit bakteri melalui daging, telur baik pada kulit maupun isi telur.
Telur yang pecah atau retak lebih peka Salmonella daripada yang utuh. Proses penularan dapat juga terjadi pada saat penyembelihan, dimana unggas atau ternak yang sehat tertular oleh unggas atau ternak yang sakit. Tidak tertutup kemungkinan penularan terjadi pada saat proses penyembelihan sampai menjadi ayam potong. Pekerja rumah potong ayam yang menderita Salmonellosis seperti penderita Typhus dapat menyebarkan kuman ke ayam atau daging mentah.
Setiap telur segar belum tentu mengandung Salmonella. Tetapi bila telur segar atau makanan yang mengandung telur mentah dibiarkan pada suhu ruang dalam beberapa hari, barulah bakteri ini dapat berkembang dan membahayakan tubuh manusia.
Makanan yang mudah rusak seperti daging mentah (terutama daging cincang), daging unggas, ikan, telur, makanan yang mengadung telur mentah (creme, salat, mayonaise, es krim, pudding, dll.) harus segera mungkin didinginkan atau dibekukan dalam lemari es. Untuk daging cincang usahakan segera diolah pada hari dibeli.
Jaga higienis dapur saat anda memasak. Bila mencairkan ayam atau daging beku, segera buang air dan pembungkusnya. Untuk menghindari kontaminasi silang, cuci bersih benda-benda yang terkena air tersebut (pisau, tangan, alas memotong dll.). Simpan ayam dan daging yang belum beku secara terpisah dari bahan makanan lain.



Sekian dulu ya teman-teman . Jika masih banyak kekurangan dalam penulisan saya mohon maaf,dan saya juga minta maaf kalau blog saya kali ini kurang bagus.Saya sangat berterimakasih kepada teman-teman yang suka dan setia membaca blog saya.tolong beri komentar ya tentang tanggapan kalian untuk blog saya kali ini.karna dengan komentar kalian bisa membuat saya termotivasi menjadi lebih baik lagi kedepan nya dalam membuat blog.
Wassalamualikum.

Daftar pustaka                                             
Gambar : https:// id.m.wikipedia.org

12 komentar:

TAHU PUTIH

Assalamualaikum wr.wb teman-teman Alhamdulillah   kali ini saya diberi kesempatan lagi untuk membuat blog.Di blog saya kali ini, saya in...