Assalamualaikum wr.wb
Alhamdulillah kali ini saya masih diberi kesehatan oleh
Allah untuk menulis blog untuk yang
ketiga kalinya yeyeye J .di blog kali ini saya mau membahas tentang Salmonella Sp.Yaitu
pengertian,ciri-ciri,bahaya salmonella sp
pada ,makanan yang berisiko mengandung salmonella sp dan yang terakhir dampak salmonella
sp bagi kesehatan.Okedeh selamat membaca blog saya teman-teman, semoga
bermanfaat dan dapat menambah ilmu untuk kalian semua.
https://id.m.wikipedia.id/
1)Pengertian
Salmonella sp
Menurut Wikipedia bahasa indonesia Salmonella adalah
suatu genus bakteri enterobakteria gram-negatif berbentuk tongkat yang menyebabkan tifoid, paratifod, dan penyakit foodborne.[1] Spesies-spesies Salmonella dapat
bergerak bebas dan menghasilkan hidrogen
sulfida.[2]Salmonella dinamai dari Daniel Edward Salmon, ahli patologi Amerika, walaupun sebenarnya,
rekannya (yang terkenal akan hasilnya pada anafilaksis) yang pertama kali menemukan bakterium
tahun 1885 pada tubuh babi.
2)Ciri-ciri Salmonella sp.
Setelah kita memahami pengertian Salmonella dari penjelasan diatas, berikut
ini ciri – ciri dari Bakteri Salmonella :
- Salmonella merupakan bakteri gram negatif yang
berbentuk batang. Bakteri gram negatif tidak mempertahankan pewarna
kristal violet yang digunakan pada metode pewarnaan gram karena fakta
bahwa mereka mempunyai dinding sel yang tipis. Bakteri gram negatif ini
sering berbahaya bagi inang, yang merupakan kasus untuk banyak bakteri
Salmonella.
- Salmonella memiliki panjang antara 2 (dua) dan 5
(lima) mikrometer dan diameter 0,7-1,5 mikrometer.
- Salmonella memiliki flagela, yang mana
proyeksinya seperti ekor yang terbuat dari protein yang dapat membantu
bakteri untuk bergerak.
3)Bahaya salmonella dalam makanan
Adanya bakteri salmonella dalam makanan yang Anda
makan dapat menyebabkan Anda menderita gastoenteritis. Hal ini dapat terjadi pada Anda dengan
gejala mual, muntah, kram perut, diare, demam, sakit kepala, panas dingin, dan darah di feses. Anda
bisa mengalami gejala-gejala tersebut selama dua sampai tujuh hari.
Saat Anda mengonsumsi makanan yang mengandung bakteri
salmonella, Anda tidak akan langsung merasa sakit. Sakit akan muncul setidaknya
2-3 hari setelah Anda mengonsumsi makanan tersebut. Sehingga, mungkin akan
sulit bagi Anda untuk mengetahui makanan apa yang menyebabkan Anda sakit. Anda
harus mengingat-ingat lagi makanan apa yang Anda makan selama tiga hari
kebelakang, dan hal ini mungkin tidak mudah untuk diingat.
Selain dapat menyebabkan masalah pencernaan, bakteri
salmonella jenis tertentu juga dapat menyebabkan demam tifoid atau lebih dikenal dengan nama
tifus. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang
terkandung dalam makanan yang terkontaminasi.
4)Makanan yang berisiko mengandung
salmonella
Salmonella merupakan bakteri yang hidup di banyak usus
hewan ternak. Anda bisa terinfeksi bakteri salmonella saat mengonsumsi makanan
yang terkontaminasi dengan feses hewan yang mengandung bakteri salmonella.
Beberapa makanan yang umumnya bisa terkontaminasi dengan bakteri salmonella
adalah:
·
Daging, unggas, dan makanan laut mentah. Feses bisa masuk
ke dalam daging dan unggas mentah selama proses pemotongan. Sedangkan, makanan
laut bisa terkontaminasi salmonella dari air yang terkontaminasi.
·
Telur mentah. Pada ayam yang terinfeksi bakteri
salmonella, ayam tersebut dapat menghasilkan telur yang mengandung salmonella
sebelum cangkangnya terbentuk. Sehingga, bakteri salmonella bisa terkandung
dalam telur. Sedangkan, cangkang telur sebenarnya dapat menjadi penghalang
telur terkontaminasi bakteri salmonella dari luar.
·
Buah-buahan dan sayuran. Buah dan sayur
dapat terkontaminasi bakteri salmonella dari air yang terkontaminasi.
Kontaminasi ini bisa terjadi saat pencucian, pengolahan dengan air, atau
bersentuhan dengan daging atau unggas mentah yang terkontaminasi.
- Apakah bisa mengetahui makanan mana yang mengandung salmonella?
Salmonella merupakan bakteri yang dapat menyebabkan
keracunan makanan jika masuk ke dalam tubuh Anda. Sehingga, Anda perlu
menghindari makanan yang mengandung salmonella. Namun, untuk mengetahui apakah
makanan yang Anda makan mengandung bakteri salmonella atau tidak, ini merupakan
hal yang tidak mudah.
Bakteri salmonella dalam makanan tentu tidak dapat
dideteksi dengan hanya melihat makanan tersebut atau hanya mencium bau makanan
tersebut. Untuk mengetahui adanya bakteri salmonella dalam makanan, ini hanya
dapat dilakukan dengan uji di laboratorium. Sayangnya, ini bukan suatu hal yang
sederhana.
Namun begitu, Anda bisa melakukan beberapa hal seperti
di bawah ini untuk mengurangi risiko Anda terkena keracunan makanan karena
bakteri salmonella.
·
Masak telur sampai benar-benar matang, baik putih telur maupun kuning
telurnya
·
Masak daging utuh sampai 63°C, daging giling sampai 71°C, dan unggas sampai
74°C. Hal ini karena pada temperatur tersebut sebagian besar bakteri dalam
makanan dapat mati, sehingga dapat meminimalkan risiko Anda terkena infeksi.
·
Simpan makanan panas dan dingin secara terpisah
·
Jangan membiarkan makanan terbuka selama lebih dari dua jam
·
Membedakan talenan atau peralatan masak lain untuk makanan mentah dan
makanan matang
·
Bersihkan peralatan makan dan memasak setelah menggunakannya
·
Selalu cuci tangan Anda sebelum memegang makanan
5)Bahaya penyakit akibat Salmonella Sp.bagi kesehatan tubuh
manusia
Infeksi salmonella sering terjadi pada musim panas karena bakteri ini
berkembang biak pada suhu hangat. Sumber utama penyebab infeksi salmonella
adalah bahan makanan yang tidak dipanaskan secara baik seperti ayam, telur,
daging atau susu. Faktor lain yang mempengaruhi terjadinya salmonellosis
adalah:
- penggunaan bahan makanan mentah yang sudah terkontaminasi atau mengandung salmonella
- kontaminasi silang misalnya penggunaan pisau untuk ayam mentah tanpa dicuci dahulu sama dengan untuk memotong ayam matang
- penyimpanan makanan pada temperatur zang tidak cocok.
Dampak dari keracunan bakteri ini adalah diare disertai pusing, demam atau sakit perut.
- penggunaan bahan makanan mentah yang sudah terkontaminasi atau mengandung salmonella
- kontaminasi silang misalnya penggunaan pisau untuk ayam mentah tanpa dicuci dahulu sama dengan untuk memotong ayam matang
- penyimpanan makanan pada temperatur zang tidak cocok.
Dampak dari keracunan bakteri ini adalah diare disertai pusing, demam atau sakit perut.
Saat suhu udara mulai menghangat mulailah jenis bakteri ini berkembang
dengan pesatnya. Terlebih lagi bila ia berkembang pada jenis makanan tertentu
yang memang rawan salmonella, yaitu makanan yang mengandung protein tinggi.
Bila kondisinya sangat menunjang, bakteri ini akan membelah diri setiap 20
menit sekali, satu bakteri akan berkembang dalam waktu 5 jam menjadi 45 000.
Ada sekitar 2300 jenis bakteri salmonella dan yang paling sering ditemui
adalah kasus infeksiSalmonella enteriditis yang terdapat pada
unggas atau telur ayam. Ada juga Salmonella typhi yang terdapat pada kerang.
Makanan yang mengandung Salmonella belum tentu menyebabkan infeksi Salmonella,
tergantung dari jenis bakteri, jumlah dan tingkat virulensi (sifat racun dari
suatu mikroorganisma, dalah hal ini bakteri Salmonella).
Misalnya saja Salmonella enteriditis baru menyebabkan infeksi bila sudah
berkembang biak menjadi 100 000. Dalam jumlah ini keracunan yang terjadi bisa
saja menyebabkan kematian si penderita. Salmonella typhimurium dengan jumlah
11.000 sudah dapat menimbulkan infeksi. Jenis Salmonella lain ada yang
menyebabkan infeksi hanya dengan jumlah 100 sampai 1000, bahkan dengan jumlah
50 sudah dapat menyebabkan infeksi.
Perkembangan Salmonella pada tubuh manusia dapat dihambat oleh asam lambung
yang ada pada tubuh kita. Disamping itu dapat dihambat pula oleh bakteri lain.
Gejala keracunan salmonella pada manusia biasanya baru terdeteksi setelah 5
sampai 36 jam. Keracunan salmonella diawali dengan sakit perut dan diare yang
disertai juga dengan panas badan yang tinggi, perasaan mual, muntah, pusing-pusing
dan dehidrasi.
Semakin banyak jumlah bakteri yang terkandung dalam tubuh, semakin terancam
jiwa penderita. Penderita infeksi Salmonella yang sudah terlalu banyak
mengeluarkan cairan dapat terancam jiwanya akibat kekurangan cairan (dehidrasi)
yang berlebihan. Hal ini lebih berbahaya lagi bagi anak-anak atau orang tua
yang daya tahan tubuhnya lemah. Bila sudah nampak tanda-tanda keracunan
Salmonella penderita harus segera dibawa ke dokter.
Untuk menghindari penularan infeksi Salmonella, sisa kotoran, urin atau
muntahan penderita harus dibuang dengan hati-hati. Sebab dari disinilah
penularan dapat terjadi. Sisa makanan yang diduga menyebabkan infeksi harus
segera dibuang dan jangan sampai bercampur dengan makanan lain. Piring, pisau
maupun alat dapur lain yang tersentuh makanan yang diduga mengandung Salmonella
harus dicuci dengan air panas atau direbus agar bakteri mati.
Salmonella adalah bakteri yang termasuk mikroorganisme yang amat kecil dan
tidak terlihat mata. Selain itu bakteri ini tidak meniggalkan bau maupun rasa
apapun pada makanan. Kecuali jika bahan makanan (daging ayam) mengandung
Salmonella dalam jumlah besar, barulah terjadi perubahan warna dan bau (merah
muda pucat sampai kehijauan, berbau busuk). Biasanya bakteri dapat dideteksi melalui
pemeriksaan laboratorium. Salmonella bisa terdapat di udara, air, tanah, sisa
kotoran manusia maupun hewan atau makanan hewan. Sumber bakteri Salmonella
biasanya terdapat pada unggas (ayam, bebek, kalkun), daging babi, binatang
laut, telur dan susu. Bahan makanan hewani yang paling sering berperan sebagai
sumber penularan Salmonella adalah unggas. Unggas yang terinfeksi Salmonella
bisa menyebarkan bibit bakteri melalui daging, telur baik pada kulit maupun isi
telur.
Telur yang pecah atau retak lebih peka Salmonella daripada yang utuh.
Proses penularan dapat juga terjadi pada saat penyembelihan, dimana unggas atau
ternak yang sehat tertular oleh unggas atau ternak yang sakit. Tidak tertutup
kemungkinan penularan terjadi pada saat proses penyembelihan sampai menjadi
ayam potong. Pekerja rumah potong ayam yang menderita Salmonellosis seperti
penderita Typhus dapat menyebarkan kuman ke ayam atau daging mentah.
Setiap telur segar belum tentu mengandung Salmonella. Tetapi bila telur
segar atau makanan yang mengandung telur mentah dibiarkan pada suhu ruang dalam
beberapa hari, barulah bakteri ini dapat berkembang dan membahayakan tubuh
manusia.
Makanan yang mudah rusak seperti daging mentah (terutama daging cincang),
daging unggas, ikan, telur, makanan yang mengadung telur mentah (creme, salat,
mayonaise, es krim, pudding, dll.) harus segera mungkin didinginkan atau
dibekukan dalam lemari es. Untuk daging cincang usahakan segera diolah pada
hari dibeli.
Jaga higienis dapur saat anda memasak. Bila mencairkan ayam atau daging
beku, segera buang air dan pembungkusnya. Untuk menghindari kontaminasi silang,
cuci bersih benda-benda yang terkena air tersebut (pisau, tangan, alas memotong
dll.). Simpan ayam dan daging yang belum beku secara terpisah dari bahan
makanan lain.
Sekian dulu ya teman-teman . Jika masih
banyak kekurangan dalam penulisan saya mohon maaf,dan saya juga minta maaf
kalau blog saya kali ini kurang bagus.Saya sangat berterimakasih kepada
teman-teman yang suka dan setia membaca blog saya.tolong beri komentar ya
tentang tanggapan kalian untuk blog saya kali ini.karna dengan komentar kalian
bisa membuat saya termotivasi menjadi lebih baik lagi kedepan nya dalam membuat
blog.
Wassalamualikum.
Daftar pustaka
Gambar : https:// id.m.wikipedia.org

Makasih ka info nya
BalasHapusMakasih infonya kk
BalasHapusMakasih infonya sgt bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat terima kasih
BalasHapusSangat bermanfaat sekali
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat sekalii
BalasHapusthanks kaka
BalasHapusnicee
BalasHapustq infonya
BalasHapusSangat bermanfaat sekali ka infonya
BalasHapusTerimakasih sangat bermanfaat
BalasHapus